Jumat, 29 Juli 2016

DREAM CONTROLLER (Episode 2)

DREAM CONTROLLER (II)



By: Ihza Tawaqal / drakolol



Pria Itu, Wajahnya Samar Samar, Badannya Besar Dan Menyeramkan, Entah Mengapa Dia Tiba Tiba Mengatakan "Berhentilah Menjadi DreamCont Sebelum Terlambat, Anak Kecil Sepertimu Masih Punya Masa Depan" Ucapnya Sambil Berbisik, Kemudian Ada Cahaya Yang Menyilaukan Mata Tiba Tiba Saja Ia Menghilang.

"Masa Bodo Ah, Kenal Aja Kagak" Begitu Pikirku. Aku Mulai Membuat Mimpi Buruk Kepada Para "Sampah" Ya, Mereka Yang Membuat Hidupku Berantakan. Mulai Dari Membuat Mimpi Buruk Yang Sangat Menakuti Sampai Sampai Mereka Trauma, "Mampus Kau" Itu Yang Ku Katakan Sambil Tertawa. Tapi Lama Lama Aku Bosan, Aha! Aku Punya Ide, Bagaimana Kalo Aku Membuat Seolah-olah Orang Lain Bisa Memunculkan Sesuatu Yang Dia Mau.

"Aduhh, Aku Lapar Sekali" Akupun Terbangun Karena Lapar. "Sudah Berapa Lama Aku Tidur?" , "Bagaimana Aku Mendapat Makan?" , "Tanggal Berapa Sekarang?" . Akhirnya Aku Punya Ide! Ku Suruh Saja Mereka Memberiku Makanan, Aku Bicara Pada Mereka Saat Di Dunia Mimpi Untuk Memberiku Makanan dan Aku Membuat Perjanjian, Yaitu Aku Tidak Akan Membuat Mereka Bermimpi Buruk. 
"Hahahah, Aku Sudah Benar Benar Seperti Tuhan" Begitu Ucapku. Aku Juga Menyuruh Mereka Memberiku Uang, Aku Pintar Kan?.

Sebagai DreamCont, Aku Punya Suatu Tempat Pribadi Di Setiap Mimpi Semua Orang. Tapi Saat Aku Sedang Bersantai, Ada Yang Masuk Ke Ruangan Ku Dengan Aura Hitam Dan Mata Merah Menyala, Dan Juga Senyu..m..a..n  Tunggu, Sepertinya Aku Pernah Melihat Senyum Itu, Dia Mencekiku Dengan Kencang, Entah Mengapa Aku Tidak Bisa Bergerak Padahal Aku Seorang DreamCont.  "Grukkk" Itu Suara Perutku, Untung Saja Aku Masih Bisa Terbangun Dan Terhindar Dari Cekikan Itu, Tapi Mengapa Leher dan Tenggorokaku Sakit?.

Aku Semakin Penasaran, Siapa Makhluk Tersebut? Akhirnya Aku Bertemu Lagi Dengan Dia.....

                           BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar